Midnight Mass : Khotbah Alkitab yang Menyeramkan

Nama Mike Flanagan memang selalu tidak jauh dari genre horror. Para pencinta film atau series horror tentu sudah tidak asing dengan gaya penulisan dan penyutradaraannya yang apik. Saya pertama kali tahu Flanagan lewat salah satu film berjudul Oculus (2013), film horror misteri ini membawa pengalaman baru yang sulit untuk dilupakan. Selain berhasil menakut-nakuti, Flanagan juga tidak pernah lupa menyajikan cerita yang bagus, dan sering kali puitis. Judul lain karyanya seperti Ouija (2016), Hush (2016), dan series The Haunting (2018-2020) menjadi bukti bahwa apa yang dia buat selalu meninggalkan kesan tersendiri. Bahkan ketika ia akhirnya menyutradarai Doctor Sleep (2019) yang merupakan lanjutan dari film horror legendaris; The Shining (1980), Flanagan berhasil memberikan pengalaman sekaligus nostalgia yang memuaskan. Lalu bagaimana dengan series terbaru Flanegan; Midnight Mass yang rilis di Netflix tahun ini, apakah sama bagusnya dari karya dia sebelumnya? Berikut ulasannya;

Melihat dari tema cerita yang diangkat Flanagan di Midnight Mass, ini tergolong cukup berat; membicarakan tentang agama, keimanan, Tuhan, alkitab, sampai pada mukjizat. Sungguh tema yang bisa menjadi kontroversi apabila sampai menimbulkan persepsi yang salah. Dan tantangan tidak hanya ada pada tema cerita, tapi juga pada nuansa horror, serta misteri yang harus tetap terjaga agar penonton tetap bertahan menontonnya hingga episode terakhir.

Midnight Mass terbagi dalam 7 episode, yang setiap judulnya mengambil dari alkitab; Kejadian, Mazmur, Amsal, Ratapan, Injil, kisah para Rasul, dan Wahyu. Kisah dibuka dengan runtuhnya keimanan karakter bernama Riley Flynn (Zach Gilford) yang menabrak seseorang hingga tewas saat ia menyetir mobil dalam keadaan mabuk. Sebuah pertanyaan besar membuka series ini dengan cukup kuat, 

“Mengapa Tuhan membiarkan seorang anak mati, sementara si pemabuk selamat hanya dengan luka gores?”

 Keraguan atas Tuhan yang dibangun di awal series menyiratkan bahwa series ini akan banyak bercerita tentang keimanan, pencarian kebenaran, dan pemikiran soal ketuhanan itu sendiri.

Dan plot tipis yang dimunculkan di awal, ternyata itu hanyalah kulit luar yang akan membawa kita kepada kisah lebih besar di sebuah pulau kecil bernama Crockett Island. Skala kengerian yang ditampilkan Flanagan di series ini sangat tidak terduga, dia tidak hanya bermain lewat penampakan, gambar-gambar yang mengintimidasi penonton akan suasana gelap serta gerak kamera, tapi juga memberikan kengerian lewat perwatakan karakter dan pemikiran yang meracuni.

Fanatisme adalah kata paling tepat dan paling singkat yang bisa menggambarkan  kejadian-kejadian di series ini. Pengaruh seorang pemuka agama pada kehidupan masyarakat di sekitarnya memperlihatkan penonton tentang begitu mudahnya pola pikir manusia disusupi sesuatu lewat dalih agama serta keimanan. Dan celakanya fanatisme membawa seseorang pada titik dimana dia tidak mau menerima perbedaan pendapat serta memaksa orang lain untuk meyakini kebenaran yang sama.

Jika kalian pernah menonton film atau series yang dibuat Flanagan, tentu kalian tidak asing dengan alur cerita yang agak lambat serta dialog yang cukup panjang. Kesannya memang akan agak membosankan dan butuh tenaga ekstra untuk bisa mencerna semua itu, namun ketika kalian bisa memahami apa hal yang sedang dibahas dalam sebuah dialog atau adegan, kalian akan menemukan hubungan-hubungan antara pencerahan serta kengerian dari sebuah pemikiran yang di hadirkan.

Ini bukan jenis cerita horror yang dihiasi oleh jumpscare atau adegan sadis secara visual. Meski adegan seperti itu ada beberapa namun tidak banyak. Midnight Mass menghadirkan kengerian dengan perspektif yang berbeda, bagaimana manusia jauh lebih mengerikan dari jenis monster apa pun yang pernah ada.

Secara sinematografi, series ini punya kualitas yang sangat bagus. Tone yang di miliki setiap scene mencerminkan tiap adegan dengan apik, sehingga emosi pada cerita terjaga dengan baik. Beberapa gaya penuturan cerita pun menggunakan metode yang unik serta jarang di temukan di film atau series lainnya. Tampilan artistik lewat ukiran, sudut kamera yang terasa mengawasi, desain detail kecil seperti poster, hiasan dinding serta kostum di perhatikan dengan sangat cermat. Michael Fimognari sekali lagi berhasil menghadirkan sinematografi yang memukau sama seperti yang dilakukannya pada Haunting of Hill House dan Doctor Sleep.

Untuk jajaran pemain, Midnight Mass menyuguhkan para pemain yang berkualitas. Hamish Linklater yang berperan sebagai Father Paul berhasil menampilkan sosok pemuka agama yang berwibawa, sekaligus rapuh secara bersamaan. Seburuk dan segelap apa pun ia tenggelam, sisi kemanusiaan dari karakter-karakternya tetap dimunculkan dengan cara yang menyentuh. 

Dan karakter yang pasti akan menjadi karakter terfavorit di series ini, Bev Keane yang diperankan oleh Samantha Sloyan, berhasil mencuri perhatian sejak awal hingga akhir. Sosok teguh pendirian, keras, dan sangat menonjol ini akan membuat penonton sulit untuk melupkannya pun hingga setelah selesai menonton series ini. 

Kemunculan karakter Sheriff Hassan yang diperankan oleh Rahul Kohli juga berhasil memberikan kedinamisan dalam plot cerita, membawa penonton bertualangan dalam kisah singkat hidupnya yang mewakili perasaan minoritas di lingkungan mayoritas yang lebih kuat. Saya bisa bilang bahwa Flanagan berhasil mengarahkan semua karakter, baik karakter utama atau pun karakter pendukung menjadi meyakinkan, bahkan untuk peran yang sangat kecil sekali pun.

Sekali lagi Midnight Mass sepertinya memang bukan untuk semua penonton. Jika kalian mencari cerita horror yang di penuhi oleh adegan hantu menakut-nakuti, ini tentu bukan pilihan yang tepat. Atau jika kalian jenis penonton yang tidak suka disugihi oleh dialog panjang dan terkadang terlalu abstrak untuk dicerna, sebaiknya kalian tidak perlu menonton series ini.

Seperti kata pepatah; Tuhan ada dimana-mana, tapi kita tidak bisa melihat-Nya di mana pun, dan hendaklah manusia berpikir menggunakan akal yang telah diberikan Tuhan secara istimewa.[]

Sumber gambar: IMdb

Pencinta film yang suka menulis dan menggambar. Karya ilustrasinya bisa kalian temukan di instagram @loganuesjr
Posts created 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top