Tidurlah, malam terlalu malam
Tidurlah, pagi terlalu pagi
Pukul tiga pagi. Tidak ada alunan lagu Payung Teduh di sebuah rumah yang berlokasi di Loa Deras, Kutai Barat tersebut. Suara jangkrik menemani Yudhis dan Mamak yang tetap terjaga seolah malam tak akan berakhir. Beberapa puluh tahun yang lalu, kala itu mereka sedang memasak mihun yang akan dijual pagi nanti.
“Selain berjualan nasi kuning keliling, Mamak dulu menjajakan kerupuk mihun di sekolah dasar,” ungkap Yudhis. Lebih tepatnya, Mamak berjualan di SD 004 Loa Deras. Memasak mihun menjadi kegiatan mereka dini hari tiap hari sekolah. Bahan-bahan biasanya telah dibeli pada sore hari sebelumnya.
Mihun, menurut pendapat Yudhis lebih memuat unsur lokal dibanding mie instan. Pasalnya, mihun terbuat dari tepung beras, sedangkan mie instan terbuat dari gandum.
“Kalau untuk gandum kan kita mesti impor,” sebutnya.
Belum lekang dari ingatan bagaimana pemerintah sempat mewanti-wanti ancaman naiknya harga mie instan pasca timbulnya konflik Rusia-Ukraina. Ukraina sendiri merupakan salah satu negara pemasok gandum di dunia. Sementara itu, mengutip data Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO), impor gandum di Indonesia berkisar 10-11 juta ton per tahun.
Mihun sendiri merupakan akulturasi dari Bihun, makanan tradisional dari Tiongkok. Dilansir dari Primarasa.co.id, bihun berasal dari dua kata dalam bahasa Tionghoa yaitu bie yang berarti beras dan hun yang berarti tepung. Dalam bahasa Inggris sendiri, mihun biasa disebut sebagai rice stick.
Terdapat satu hal yang membuat mihun yang dijual Yudhis beserta Mamak dahulu—atau mungkin lebih tepatnya mihun di daerah Kaltim—berbeda, hal itu adalah keberadaan kecap Tjap Bawang Tunggal yang kerap kali menjadi pelengkap. Dengan rasanya yang asin gurih, kecap Tjap Bawang Tunggal menghadirkan cita rasa yang benar-benar khas bagi mihun di Kaltim. Termasuk, tentu saja, keripik mihun yang dijual Yudhis dan Mamak.
Kecap Tjap Bawang Tunggal memang merupakan kecap khas Kaltim. Tertera di bungkusnya, bahwa perusahaan bernama UD Dewi Sri yang menjadi pemasok kecap ini beralamat di Samarinda, yang notabene merupakan ibukota Provinsi Kaltim.
Pagi itu, pada Rabu 5 Juli 2023, bertempat di di Rumalapan, sebuah kafe yang berlokasi di Jalan KS Tubun, Yudhis memasak kembali kerupuk mihun untuk kami makan bersama. Beserta kecap Bawang Tunggal, tentu saja. Sanggar Cempedak dan Sanggar Peler Kambing turut hadir menjadi appetizer hidangan hari itu.

Kecap Bawang Tunggal. Dokumentasi: Fatih Nokturnal (Muarakami)

Menikmati kerupuk mihun. Dokumentasi: Fatih Nokturnal (Muarakami)

Menikmati kerupuk mihun, sekali lagi (alias nambah). Dokumentasi: Aldino

Pagi yang bukan hanya menyenangkan, tapi juga mengenyangkan. Dokumentasi: Aldino
Artikel di atas merupakan hasil kolaborasi antara Muara Kami dan Memori Rasa.