Salah satu adegan di remake film Bayi Ajaib. Sumber: ISTIMEWA

Bayi Ajaib (2023): Film Ajaib yang Ajaibnya Sukses Membuat Sakit Kepala

Selalu menarik bagi saya ketika mendengar film-film jadul mendapatkan adaptasi kembali atau remake dengan kualitas produksi yang lebih baik. akhir-akhir ini juga perfilman indonesia sering meremake film-film jadul seperti Warkop DKI Reborn, Benyamin biang kerok, keluarga cemara, noktah merah perkawinan, Suzana: Bernapas dalam kubur, dan masih banyak lagi. beberapa mampu membawakan kualitas yang lebih baik dari pendahulunya seperti pengabdi setan, noktah merah perkawinan, dan keluarga cemara. namun terdapat juga beberapa film yang belum mampu menyamai adaptasi yang mereka ambil, bahkan dapat dikatakan lebih buruk dari pendahulunya dalam keseluruhan aspek dan mengundang kontroversi seperti Benyamin Biang kerok, Warkop DKI Reborn, dan yang terbaru kali ini “Bayi Ajaib”.

Bayi Ajaib 2023 merupakan adaptasi kembali dari film pendahulu nya dari tahun 1982  dengan judul yang sama yang dikatakan cukup “mengerikan” bagi beberapa kritikus dan sutradara film seperti Joko Anwar yang memasukan film Bayi Ajaib tahun 1982 sebagai salah satu film horor klasik favorit nya. membawa Rako Prijanto sebagai sutradara yang memiliki rekam jejak baik di perfilman indonesia, Vino G. Bastian, Adipati Dolken, dan banyak nama terkenal lain nyatanya “Tidak Berguna” bagi keseluruhan film

Keseluruhan aspek pada Bayi Ajaib 2023 ini dapat dikatakan tidak ada yang “Spesial” dengan horor ala kadarnya yang mengandalkan adegan-adegan gore yang “biasa saja” sebagai senjata utama untuk meneror penonton dengan efek CGI yang jauh dari ekspektasi seakan hanya difokuskan ke wajah si Bayi. Cerita yang dibawakan pun cukup lurus dan klise dengan pembawaan yang berfokus pada pembangunan hubungan satu karakter dengan yang lain yang dieksekusi ala-ala sinetron ind**iar. Plot twist yang dibawakan pun sangat “Tidak Penting” bagi keseluruhan alur film sehingga membuat saya pribadi cukup bosan dan mengantuk selama menonton film.

Gaya bicara dan pembahasaan ala-ala jaman dahulu dengan cara bicara yang formal gagal dieksekusi dengan baik oleh para pemeran sehingga berkesan cukup aneh di telinga saya. 

Salah satu yang menyelamatkan film ini adalah para aktornya, seperti peran Vino G. bastian sebagai Kosim, ayah dari si Bayi dapat saya katakan jauh dari ekspektasi dan ala kadarnya, namun masih mampu membawakan karakter kosim yang angkuh. ada juga peran Teuku Rifnu Wikana sebagai Soleh Bachrudin yang patut diapresiasi. Namun untuk Adipati dolken yang memerankan tokoh Dorman sang antagonis cerita benar-benar jauh dari ekspektasi saya dikarenakan tokoh dorman sebagai antagonis seakan sangat dipaksakan 

Tidak terekspresikan dengan baik sehingga membuat saya merasa sangat aneh. untuk aktor-aktor lain seperti Rayhan Cornelis Vandennoort sebagai Didi, Anantya Rezky Kirana sebagai Rini, Willem Bevers sebagai Albert Dominique, dan lain-lain Tidak terlalu berkesan dan spesial bagi saya.

Sisi keagamaan yang dibawakan pun juga terbilang konyol dan ala kadarnya. salah satu yang lucu bagi saya adalah wajah dari para aktor yang sangat Berminyak ketika ia digambarkan kurang beragama. Namun setelah ia beragama dan menggunakan hijab, keseluruhan minyak di wajah nya mendadak hilang. dan lagi-lagi, jauh dari ekspektasi saya yang masih terkagum dengan film tahun lalu, Qodrat (2022) yang bagi saya sejauh ini membawakan adegan Ruqyah dan keagamaan terbaik dengan pembawaan nya yang segar, keren, modern, dan tidak menghakimi.

Secara keseluruhan, sebenarnya film Bayi Ajaib 2023 ini memiliki potensi yang cukup besar, namun semua aspek yang ada dapat dikatakan “Nanggung” sehingga membuat keseluruhan film menjadi membosankan, klise, dan cukup menguras jiwa dan tenaga untuk duduk di kursi bioskop selama satu setengah jam hidup saya.

Posts created 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top