Eternals : Jelek atau Penting untuk Penggemar MCU?

Saat tahu bahwa Chloe Zhao akan menggarap salah satu film MCU fase 4 yaitu Eternals, sulit bagi saya untuk membayangkannya. Sebab keberhasilan Zhao dalam Nomadland tidak bisa dijadikan patokan bahwa Eternals akan tampil dengan gaya yang sama. Karena para penggemar film MCU tentu sangat hapal seperti apa film MCU biasanya bekerja. Apakah ini sebuah resiko yang sengaja diambil Marvel? dan jika benar demikian, berhasilkan Zhao menerjemahkan Eternals ke dalam versinya namun harus tetap bisa dinikmati  oleh penggemar MCU? berikut ulasannya:

Secara garis besar Eternals berkisah tentang 10 karakter yang dikirim ke Bumi untuk melindungi Bumi. Secara premis ini memang terbilang cukup sederhana, namun pada akhirnya Eternals adalah kisah yang terlalu besar dengan sedikit kerumitannya yang mencoba dipadatkan dalam durasi 2 jam 36 menit. Memang tidak mudah menceritakan 10 karakter dalam durasi sesingkat itu tanpa harus mengorbankan beberapa bagiannya. Mungkin hal inilah yang akhirnya menjadi nilai kurang dari Eternals karena penonton dijejali terlalu banyak karakter tapi porsi penceritaan setiap karakter tidak bisa terbagi rata.

ETERNALS, from left: Richard Madden, director Chloe Zhao, on set, 2021. ph: Sophie Mutevelian / © Walt Disney Studios Motion Pictures / © Marvel Studios / Courtesy Everett Collection

Terlepas dari develop karakter yang kurang, Eternals coba menutupi semua itu dengan nuansa yang berbeda dari kebanyakan film MCU sebelumnya. Kombinasi antara CGI dan shot ala Zhao berhasil memberikan efek yang menganggumkan, sinematografi  dengan pencahayaan yang lembut dan khas, gambar-gambar yang luas, hal ini pasti akan membuat mata penonton termanjakan.

Penulisan cerita Eternals versi Zhao, Patrick Burleigh dan Ryan Firpo ini terbilang lebih puitis dari kebanyakan film MCU pada umumnya. Unsur spiritual, drama tragedi ala William Shakespeare, dan referensi tentang mitologi serta dongeng diracik dengan visual indah dan dialog-dialog yang cukup rapi.  Bahkan pertanyaan-pertanyaan tentang eksistensi keberadaan sebuah makhluk di muka bumi, berhasil menjadi benang merah pada film MCU di fase sebelumnya. Saya ingin menyebut Eternals sebagai awal baru fase 4 MCU karena hadir sangat berbeda dari film MCU yang pernah dibuat.

Alur penceritaan yang maju mundur terkadang memang berjalan kurang mulus, walau menurut saya cara ini dilakukan agar kisah Eternals bisa terwakili dan penonton bisa memahami mengapa para Eternals harus berada ribuan tahun di Bumi namun tidak muncul di MCU fase 3 saat Thanos memusnahkan separuh populasi di Bumi.

Setiap alur cerita berganti set, tampilan visual selalu berhasil memberikan kesan megah, bangunan-bangunan kuno, bagian dari sejarah yang diselipkan agar kisah terkesan realistis menjadi nilai tambah yang menyenangkan untuk diikuti.

Untuk akting para pemain, tentu ini sudah tidak diragukan lagi, Deretan nama-nama besar sudah cukup meyakinkan bahwa film ini dibawakan dengan sangat bagus, hanya saja porsi penceritaan beberapa karakter yang kurang, membuat rasa simpati penonton tidak terbangun dengan baik. bahkan beberapa adegan terasa kurang dapat emosinya hanya karena penonton tidak bisa masuk ke dalam perasaan karakter yang muncul cukup singkat tapi memiliki andil besar dibagian akhir film.

Secara keseluruhan Eternals berhasil menghadirkan wajah baru MCU yang berbeda. Bahkan kakrater-karakter baru yang dimunculkan sebagai set-up cerita selanjutnya; mengejutkan dan tidak terduga. Menurut saya MCU fase 4 akan tampil lebih gelap dan lebih dewasa dari fase sebelumnya. Bahkan saya berharap film-film Marvel dikemudian hari akan tampil lebih brutal  dan berdarah-darah tanpa harus terjebak oleh tipikal film-film Disney yang selalu ingin mencakup penonton disemua umur.

Jika kalian merasa ragu untuk menonton Eternals hanya karena review dan rating di situs film terbilang cukup jelek, ada baiknya kalian mengesampingkan itu semua. Eternals masih tergolong film MCU yang bagus dan penting untuk ditonton, karena ini akan menjadi gambaran besar film MCU berikutnya, bahwa sebenarnya MCU fase 4 tidak hanya berputar tentang muliverse saja tapi juga tentang hal lain yang jauh lebih kompleks dari apa yang bisa kita bayangkan.

Saat menonton Eternals , saya teringat buku Supernova Dee Lestari. Saya rasa kisah Eternals ini punya kemiripan dengan kisah Supernova, dan jika semua seri Supernova ingin dibuat film, Eternals adalah referensi yang bagus untuk diikuti. Untuk menutup review ini saya akan mengutip salah satu dialog yang bagus di film ini;

“Do you think it was easy to live with the truth? To know that one day all this would end? If we gave humanity the choice, how many of them would be willing to die so that billions more could be born?”

Sumber gambar : IMdb

Pencinta film yang suka menulis dan menggambar. Karya ilustrasinya bisa kalian temukan di instagram @loganuesjr
Posts created 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top