Sosok Tanpa Kepala & Mimpi

Sampai hari ini aku masih berpikir bahwa apa yang aku alami hanyalah mimpi, karena setelah aku mencari tahu perihal tidur dan mimpi, penjelasan ilmiah tentang ini memang ada.

Orang-orang menyebutnya ‘ketindihan’ kondisi ketika tidur, lalu terbangun namun tidak bisa menggerakkan badan dan celakanya saat itu terjadi sering kali muncul sosok menyeramkan.

Dari apa yang bisa aku ingat, kejadian ini bermula saat aku baru lulus kuliah. Kala itu aku baru dapat kerja dan pindah ke kost baru. Entah di hari keberapa ini dimulai, namun yang pasti saat itu dimulai, sosok menyeramkan cukup menghantui pikiranku. Anehnya lagi hal ini terus berulang hingga sekarang walau intensitasnya sudah sangat jarang.

Aku percaya itu hanya mimpi. Namun lama-kelamaan karena terjadi terus berulang rasanya sudah sangat nyata. Saat ini berlangsung biasanya aku bisa membuka mata tapi tidak bisa menggerakkan badan, telapak kakiku dingin, nafasku sesak, mulutku kaku, namun aku masih bisa membaca ayat-ayat alkitab dalam hati.

Penampakan di mulai dari langit-langit, hitam pekat, melayang lalu perlahan turun dan mulai berbentuk. Karena aku tidak bisa menggerakkan kepala, maka aku hanya bisa melihatnya dari ekor mata. Sosok tinggi hitam itu berjalan mengitari kamar, dan berhenti di sampingku. Semakin dekat rasanya semakin dingin, nafasku juga semakin sesak. Sosok hitam tadi tidak berkepala, hanya berdiri, tidak melakukan apa-apa. Tapi itu saja sudah sangat menyeramkan.

Memandangi sosok itu membuat aku rasa tenggelam. Seolah oksigen di paru-paruku dimakannya entah bagaimana caranya. Oleh sebab itu, jika aku tak sanggup lagi aku akan memejamkan mata, membaca doa-doa, sembari berjuang sekuat tenaga menggerakan jari-jari tanganku, untuk terlepas dari mimpi tadi.

Mimpi hanyalah bunga tidur. Sering kali susah kita ingat reka kejadiannya dengan pasti. Namun mimpi tentang sosok tanpa kepala itu sangat membekas di pikiranku, detilnya aku selalu ingat, dan karena sangat sering terjadi aku sampai membuat strategi agar bisa terlepas dari mimpi itu jika tiba-tiba muncul lagi. Setiap kali itu terjadi aku berusaha mengalihkan fokusku pada hal lain, memejamkan mata, mengatur nafas. Kadang hal itu berhasil, kadang juga tidak.

Masa-masa baru lulus kuliah dan bekerja di suatu tempat kala itu menjadi hal yang sangat berat. Orang-orang yang ku kenal baik sudah pulang kampung atau bekerja di luar kota. Aku tidak punya teman dekat yang masih ada di kota yang sama, tidak ada keluarga yang bisa dibilang dekat, bahkan ketika aku pindah ke kost yang baru aku menutup diriku dari orang-orang (Tidak satu orang pun di kost baruku itu yang aku kenal). Hari-hariku hanya dilewati dengan kerja, makan, tidur, begitu terus berulang-ulang.

Aku tidak tahu apakah aku sudah mulai mengalami depresi waktu itu, atau masuk ke fase itu. Yang pasti aku merasa kesepian dan hampir ingin bunuh diri. Sampai suatu malam sebelum tidur, aku berpikir ingin bertemu dengan sosok tanpa kepala. Terus memikirkannya, mensugesti pikiran, agar mimpi itu datang. Dan seperti yang aku inginkan, sosok itu datang!

Aku tidak memejamkan mata atau membaca doa. Aku diam, memandangi sosok menyeramkan itu, merasakan rasa sesak dan sakit yang semakin kuat, sampai-sampai aku berharap bisa mati karena hal itu. Namun saat rasa sakit mencapai puncaknya dan sosok tanpa kepala tadi sangat dekat denganku, aku selalu tersadar (bangun dari mimpi). Dan sejak hari itu, ‘ketindihan’ selalu menjadi caraku untuk merasakan rasa sakit, menyiksa diri, dan berharap suatu saat akan mati karena hal itu.

Hingga akhirnya aku pindah ke kota, mimpi setengah sadar itu masih sering terjadi. Kehidupan terus berjalan, walau semuanya terasa berat tapi akhirnya masa-masa baik tiba walau tidak sering. Dan pada suatu hari aku terpikir bahwa rasa sakit yang kurasakan saat berjumpa dengan sosok tanpa kepala itu telah membuat aku tetap hidup. Mungkin saja itu adalah cara tubuhku melindungiku dari rasa ingin bunuh diri. 

Kini setiap kali sosok tanpa kepala hadir di tidurku, aku sudah tidak ketakutan lagi, walau rasa sakitnya masih sama. Namun seperti yang aku bilang tadi, bahwa rasa sakit yang dibawa oleh mimpi itu akan selalu mengingatkanku untuk terus hidup apapun yang terjadi.

Sekarang, aku sangat jarang bermimpi sosok tanpa kepala. Entah itu pertanda baik, bahwa hidupku sekarang jauh lebih baik, aku juga tidak tahu. Tapi kadang aku juga rindu dengan kehadirannya dan mencarinya dengan harapan bisa berjumpa lagi saat tidur.

Sampai hari ini aku masih berpikir bahwa apa yang aku alami hanyalah mimpi, karena setelah aku mencari tahu perihal tidur dan mimpi, penjelasan ilmiah tentang ini memang ada. Dalam ilmu kedokteran perihal ini disebut dengna istilah Sleep paralysis; kondisi kelumpuhan tidur, di mana seseorang merasa sadar tetapi tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Normalnya, saat tidur, neuron GABA dan Glycine bekerja melumpuhkan otot kita, ini terjadi saat kita tidur nyenyak. Jika kita mengalami gangguan seperti depresi dan sejenisnya, tidur tidak berjalan normal, kita terbangun namun GABA dan Glycine belum siap mengembalikan otot kita yang sedang lumpuh, oleh sebab itu rasanya kita terbangun tapi tidak bisa bergerak.

Fase tidur kita itu terjadi dari NREM menjadi REM. Sederhananya adalah NREM itu adalah fase tidur nyenyak tapi belum bermimpi, sedangkan REM itu ujung tidur kita yang biasanya disertai mimpi. Ada kalanya jika kita mengalami gangguan saat REM terjadi kita tersadar lebih awal sebelum fase REM selesai dan otot masih lumpuh, makanya apa yang ada di mimpi (baik itu hal menyeramkan) akan terasa sangat nyata.

Namun apapun penjelasannya, yang aku pahami tentang mimpiku berjumpa sosok tanpa kepala adalah, bahwa itu merupakan salah satu system di otak dan tubuhku yang coba menyelamatkanku dari depresi. Harus tetap hidup, ya tetap hidup, walau pun hal-hal sulit dan menyakitkan tidak akan pernah sirna di muka bumi ini.

NB: jika ada penjelasan ilmiah yang di tulis di atas ada yang salah, mohon dikoreksi. Semua yang saya tulis di sini murni hanyalah pengalaman dari apa yang saya rasakan.

Pencinta film yang suka menulis dan menggambar. Karya ilustrasinya bisa kalian temukan di instagram @loganuesjr
Posts created 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top