Moonfall: Film Kiamat di Tengah Pandemi

Sekitar 10 tahunan yang lalu, dunia digemparkan dengan kabar dunia yang akan berakhir pada tahun 2012—tepatnya pada tanggal 21 Desember 2012. Isu badai matahari, hingga kalender suku Maya yang kabarnya berakhir pada tahun tersebut semakin membuat banyak orang cemas dan tegang.
Sony, bekerjasama dengan Columbia Pictures pun memanfaatkan isu yang ramai tersebut dengan membuat film berjudul tahun itu sendiri. Saya masih ingat bagaimana sebuah koran lokal meliput kehebohan orang-orang yang mengantri membeli tiket film tersebut di SCP—tempat satu-satunya bioskop di kota saya berada pada tahun itu. Saya yang masih SD saat itu pun menjadi salah satu orang yang ikut meramaikan dan menonton film tersebut bersama adik saya.
Tidak ada kiamat yang terjadi pada tahun 2012, tidak ada badai matahari sebagaimana yang ramai diberitakan, tidak ada pula banjir besar yang digambarkan seperti pada film 2012. Sekitar 10 tahun kemudian, di tengah pandemi yang tidak kunjung selesai, Roland Emmerich kembali menyutradarai film yang lagi-lagi membahas akhir dunia—menasbihkan gelarnya sebagai ‘master of disaster’ atau ahli dalam membuat film bertema bencana.
Filmnya kali ini berjudul Moonfall. Seperti judulnya, kali ini dunia dikisahkan akan berakhir karena bulan yang keluar dari orbitnya dan terancam akan ‘menjatuhi’ bumi.
Film diawali dengan adegan kilas balik tiga orang astronot yang tiba-tiba diserang makhluk hitam aneh. Sepuluh tahun kemudian, makhluk hitam aneh itu turut berpartisipasi dalam kejadian runtuhnya bulan ke bumi.

Elemen-elemen yang hadir dalam film Moonfall mengingatkan saya akan 2012, mulai dari hadirnya John Bradley sebagai conspiracy theorist Bernama K.C Houseman, Brian Harper (Patrick Wilson) sebagai expertist yang tidak didengar, pemerintah yang menyebalkan, bahkan elemen kecil lain seperti keluarga yang bercerai pun kembali hadir dalam Moonfall.
Namun tentu saja, elemen paling penting yang kembali hadir dalam Moonfall adalah visual megahnya yang benar-benar memanjakan mata. Sepanjang film, saya bersyukur saya menonton film ini di bioskop, dengan layar besar dan audio Dolby 7.1nya yang menambah ketegangan sepanjang film.
Banyak kritikus film yang menghina film ini habis-habisan, dalam sebuah kolom komentar di akun Youtube Sumatran Bigfoot bahkan ada yang menyatakan bahwa kita harus ‘menaruh otak kita di luar bioskop’ sebelum menonton film ini.
Namun saya teringat bagaimana Roger Ebert memberi rating 4/4 untuk film 2012 dengan komentar bahwa ‘film ini memberikan apa yang kita inginkan’. Itu pula yang saya rasa dengan film Monnfall, ia memberikan apa yang saya inginkan—yaitu ketegangan akan akhir dunia. Dengan visual megah dan ceritanya yang sederhana, Moonfall membuat saya benar-benar merasakan ketegangan bagaimana jika suatu saat bulan akan jatuh ke bumi, sebuah ketegangan yang bahkan tidak begitu saya rasakan ketika menonton film Interstellarnya Christopher Nolan.
Satu-satunya keluhan saya terhadap film ini hanyalah adanya suara yang masih muncul pada adegan luar angkasa, dari sekian banyak film luar angkasa yang telah dihadirkan oleh Hollywood, seharusnya ini kekurangan yang tidak seharusnya muncul terus menerus—bahwa di luar angkasa seharusnya tidak ada suara.

Film Moonfall membuat saya miris sekaligus sedih, bahwa saat saya keluar bioskop dan memakai masker saya kembali, saya sadar bahwa ‘akhir dunia’ hadir tidak dalam bentuk banjir bandang ataupun bulan yang runtuh ke bumi, namun virus tak berwujud yang membuat banyak orang menderita. Saya masih ingat bagaimana rasanya jantung saya ini terasa seperti berhenti saat mendengar kabar ayah dan ibu saya positif mengidap virus ini.

Semoga pandemi ini cepat berakhir dan tidak ada lagi gelombang baru lain yang kembali muncul. Semoga kita tetap dapat menonton film di bioskop, hingga akhirnya, suatu hari, tidak ada lagi kursi pemisah jarak di antara kita.

Skor: 7.5 / 10

Posts created 32

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top