Revolusi

“Kacangnya kakak, dua ribu saja.” “Telur puyuhnya om, sepuluh ribu dapat tiga.” Sudah beberapa kali pedagang lalu lalang di angkringan tempatku dan temanku bercengkrama, tapi tak juga sekalipun ia mengeluarkan uang untuk membelinya. Aku sendiri membeli karena kebetulan menyukai kacang dan telur puyuh. “Bukannya kamu selalu percaya terhadap revolusi kaum proletar? Revolusi kaum yang tertindas?” […]

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top