Ode untuk Mas Pan

Belum sempat aku bermimpi dalam tidur, gawaiku berteriak pada suatu kabar di sebelas mei dua ribu dua puluh dua. setelah mengetahuinya, badanku terguncang.

Mas Pan meninggal dunia.

Ku carik kertas dan spidol hijau menampung segala yang ku tulis langsung saat itu, begini isinya:

maafkan aku Mas Pan,

aku terlalu pengecut untuk mengungkap maaf, 

yang sebenar-benarnya maaf

alhasil berujung pada rasa sesalku, 

yang pernah menyia-nyiakan kebaikanmu

akan tetapi, kebaikan tetaplah baik. 

engkau menyapaku ketika raga kita masih bertemu, 

bahkan selalu sedia membantu

kini, meski raga kita tak lagi bisa bertemu

tetapi Mas Pan, engkau layak abadi

dalam ingatan, sebagai teman belajar

tentang sastra di samarinda

selamat jalan menuju surga

raga yang pernah hidup bersama puisi

Yogyakarta, 11 Mei 2022 (Direvisi Mei 2023)


Tulisan di atas merupakan rangkaian tulisan obituari untuk Panji Aswan, kumpulan karya kolaboratif antara Mantra Etam dan Muara Kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top