Ode untuk Mas Pan

Belum sempat aku bermimpi dalam tidur, gawaiku berteriak pada suatu kabar di sebelas mei dua ribu dua puluh dua. setelah mengetahuinya, badanku terguncang. Mas Pan meninggal dunia. Ku carik kertas dan spidol hijau menampung segala yang ku tulis langsung saat itu, begini isinya: maafkan aku Mas Pan, aku terlalu pengecut untuk mengungkap maaf,  yang sebenar-benarnya […]

Paskah dan Bertemu dengan Joko Pinurbo

Maria sangat sedih Menyaksikan anaknya Mati di kayu salib tanpa celana Dan hanya berbalutkan sobekan jubah Yang berlumuran darah * Ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit dari mati Pagi-pagi sekali Maria datang Ke kubur anaknya itu, membawa Celana yang dijahitnya sendiri Dan meminta Yesus mencobanya * “Paskah?” tanya Maria. “Pas!” jawab Yesus gembira. Mengenakan celana […]

Refleksi MANTRA Edisi 15: Anak Wiji Thukul ‘Menjual’ Ayahnya?

Suatu ketika seorang teman menceritakan proses penelitiannya mengenai jejak rekam sosok Wiji Thukul dan karyanya kepada penulis uraian ini. Ada satu hal yang janggal baginya ketika mewawancarai salah satu anak Wiji Thukul. Anak ini dikenal kerap melakukan musikalisasi terhadap karya-karya puisi ayahnya. Berangkat dari kejanggalan tersebut, ia berasumsi bahwa anak Wiji Thukul tersebut menjual ayahnya […]

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top